#25 J/IDN/17- 23 – The Earth Trembles – [bahasa]

Firs two version of the text The Earth Trembles were released in 2015 in Czech and English. In 2017 released new version in Bahasa. More information about project TET: https://theearthtrembles.wordpress.com

English here

Czech here 

0

Sungguh tidak terbayangkan! Tiba-tiba semua menjadi gelap gulita dan kami saling dorong-mendorong sambil berdoa semoga tidak ada benda berat yang jatuh menghantam menghancurkan kepala-kepala kami dan berharap semoga kami semua selamat. Satu menit kemudian… segalanya usai. Kami tahu sesuatu telah terjadi. Sesuatu yang menakutkan. Kabut tebal setinggi seratus meter membubung semenit kemudian. Masing-masing kami berusaha mencari tempat perlindungan yang paling aman. Saat itu gelap pekat sepenuhnya, jarak pandang nol dan kami saling berjejalan. Segalanya goyah, ada benda-benda yang berjatuhan dan ada yang beterbangan. Lalu usai.

Kami tidak yakin apa yang harus kami lakukan: entah harus pergi atau diam tidak beranjak.

1

Sebuah bencana bukanlah sesuatu yang mengancam untuk terjadi dalam waktu dekat, atau, sebaliknya, sesuatu yang telah terjadi belum lama ini. Bencana adalah sesuatu yang sedang kita alami tepat saat ini.

Tidak ada ketentuan mengenai waktu yang tepat kapan kehancuran akan terjadi. Dunia tidak berakhir dengan sebuah ledakan besar. Bumi gemetar. Tidak ada yang tahu secara pasti apa yang menyebabkan bencana. Penyebabnya terdapat di suatu tempat jauh di masa lalu dan sama sekali terpisah dari saat ini. Malapetaka adalah sebuah mujizat negatif, sebuah kutukan, dan tak satu penebusanpun mampu membatalkannya. Sebuah bencana hanya bisa diperingan oleh intervensi dari sesuatu yang tak terduga, misalnya oleh peristiwa yang memicunya. Apapun yang dicoba tak akan masuk akal; hanya harapan yang tak masuk akal yang masuk akal.

Apakah sesungguhnya sebuah bencana? Mungkin rancangan bencana mesti dimengerti sebagai sebuah metafora atau sebagai sebuah pernyataan dari sebentuk lain kegelisahan. Berapa lama sebuah malapetaka ada tanpa sebuah penggerak baru? Apa yang akan terjadi jika tidak lagi ada seorangpun yang muncul membawa sesuatu yang mengejutkan?

Malapetaka menunjukkan bahwa akhir sudah datang, bahwa masa depan hanya bisa menawarkan pengulangan kepada kita, sebuah variasi dari satu hal yang sama. Apakah mungkin kita tidak lagi mengharapkan kejutan apapun lagi?

Konsekuansi dari kegelisahan adalah gejolak yang konstan. Di satu sisi, harapan bahwa cepat atau lambat sesuatu akan terjadi, di sisi lain, sebuah pandangan fatalistik bahwa tidak ada satu hal barupun yang dapat terjadi. Kita terombang-ambing dalam menunggu hal besar berikutnya. Sudah berapa lama sejak hal semacam itu terjadi, dan seberapa besarkah ia sebenarnya?

2

1. Lalu, apa yang memicu hasrat?

2. Sebuah keinginan asing, dan oleh sebab itu air mata bukanlah miliknya atau miliknya, atau bukan hanya miliknya atau miliknya.

1. Ia di atas segalanya!

3

1. Ketika kapal tenggelam aku tidak bisa menemukan teman-temanku.

2. Tapi emosi itu bukanlah miliknya, karena ia terlalu kuat untuk dimiliki satu orang saja.

3. “Di mana mereka?” tanyaku. Lalu aku menemukan seorang teman, tapi aku tidak pernah lagi melihat yang seorang lagi.

Kami saling menolong, tapi sangat sulit untuk berenang selama berjam-jam saat itu. Kami mencari teman-teman atau anggota keluarga di air.

2. Kesaksian seperti apa yang mungkin ada di persimpangan antara penghinaan, hasrat, dan amarah?

1. Ketika sesuatu terjadi terhadap tubuh yang tidak bisa diselamatkan, hanya kata-kata yang tersisa.

2. Rumus sederhana. Hirup napas, embuskan.

1. Apa yang kita hirup, apa yang kita embuskan, apa yang melindungi kita, membuat kita tetap hidup menit demi menit, ketika kita menghirup dan mengembuskan semesta raya.

1. Kita bernapas, kita menghirup ke dalam kata-kata, dan ketika napas tersimpan dalam kata-kata, tubuh diberikan kepada yang lain.

2. Tubuh yang keberadaannya berdekatan dengan yang lain rentan terhadap cidera. Cidera adalah sebuah siksaan terhadap kelemahan.

1. Ketika tubuh yang terpenjara mengajukan permintaannya, hasrat berkumandang. Sang tubuh masih tetap bernapas, meskipun ia dicegah untuk bernapas.

4

Jika masa depan kelelahan, tidak ada yang tersisa untuk kita. Kau berjalan di sepanjang pantai dan melihat benda-benda disingkirkan dari konteksnya: tumpukan benda-benda di atas kapal para penakluk semesta yang naif atau semacamnya. Sebuah imaji sugestif tentang bagaimana sang proses bekerja.

5

1. Aku tidak akan bisa membiasakan diri dengan hal itu. Keadaan yang kita hadapi adalah malapetaka.

2. Ketika aku berbaring, bumi di bawahku bergerak. Suatu perasaan yang sangat aneh. Aku tidak akan bisa membiasakan diri.

1. Akan ada tenang setelah badai datang.

2. Mungkin kau bertanya mengapa kita tidak pergi ke tempat lain. Aku ingin, tapi tidak ada tempat yang bisa dituju.

6

1. Tubuh bukanlah sebuah penghalang. Sebaliknya, tubuh adalah tempat pikiran menenggelamkan diri atau harus menenggelamkan diri agar dapat mencapai yang tak terpikirkan. Yaitu, kehidupan.

2. Bukannya tubuh tidak berpikir, tetapi dalam ketegarannya, tubuh bersikeras memikirkan apa yang tidak terpikirkan — kehidupan. Kategori kehidupan — yaitu perilaku-perilaku tubuh, adalah keadaan. Apa saja yang bisa dilakukan tubuh ketika tidur? Seberapa besar kekuatan di dalamnya, dan ketahanan seperti apa yang dimilikinya?

3. Kita bahkan tidak mengetahui apa yang mampu dilakukan tubuh. Jika berpikir berarti menemukan, apa yang bisa dicapai oleh tubuh yang tidak berpikir?

1. Tubuh tidak pernah ditempatkan di saat ini. Tubuh merangkum yang telah dan yang akan. Rasa lelah dan penantian.

2. Rasa lelah, penantian, putus harapan — hal-hal ini juga adalah perilaku.

1. Apa yang akan terjadi, ketika segalanya telah dikatakan?

7

Suara yang mengiringi peristiwa itu menegaskan pengulangan, kehadiran angin dan pergerakan kaki di permukaan segala.

8

1. Sebagian orang mungkin melihat peristiwa itu sebagai sebuah usaha untuk kembali kepada percakapan melalui ritma.

2. Yang lain, sebaliknya, menganggapnya sebagai perubahan dari dinding suara menuju kesunyian dan kebisingan berikutnya.

3. Ini adalah tentang sebuah upaya terhadap penemuan kembali tubuh (sosial) melalui peristiwa, tetapi juga sebuah upaya untuk melarikan diri dari pengaruh apapun yang membentuk peristiwa semacam itu.

1. Kita hanya bisa mengikuti lintasan ganda hasrat melalui cara-cara yang beragam.

2. Biografi orang-orang yang tak dikenal. Geografi tanpa biografi. Tak terhitung jumlah mereka yang tak dikenal itu yang menghilang dalam hening.

3. Kembalinya keheningan berkumandang di sebuah dinding suara raksasa. Dan kemudian, ke manapun kita beranjak, ibukota akan mengiringi ke segala tempat.

9

Kabut yang berbisik dan mendengung dan tarian butir-butir debu. Keadaan yang seperti tidur atau terkantuk-kantuk. Pingsan — lumpuh.

1. Aku mendengar suara laut atau sekumpulan banyak orang, tapi tidak mendengar bisikan masing-masing ombak atau masing-masing orang, yang telah membentuk suara itu.

10

3. Selama jam berikutnya, ketika angin pagi yang lembut menjadi semakin kencang, membentuklah sebuah awan debu.

1. Kadang-kadang, ketika angin mereda, kerumunan orang-orang menghidalng dalam kabut. Ketegangan, suara gemeretak, dan teriakan makin meningkat. Segalanya menjadi semakin jelas. Suara-suara teriakan meninggi, jeritan orang-orang yang panik bertanya-tanya dalam bahasa-bahasa asing apa yang terjadi di balik selimut kabut.

11

2. Mendadak, dari antah berantah muncul pertanyaan: mengapa tidak melanjutkan tanpa tubuh saja?

1. Mengapa tidak? Apakah di sini ada yang menganggap hal tersebut ganjil?

3. Tidak adanya tubuh bukanlah hal yang buruk, kecuali jika di sini ada seseorang yang baginya ketiadaan tubuh itu merupakan sebuah kekurangan.

12

2. Segulung ombak yang terkucil, ombak di luar lautan.

13

1. Aku memejamkan mata. Tiba-tiba datanglah dingin. Yang lain menunduk menatap lantai, tak menjawab.

2. Ada seorang laki-laki di situ. Setelah delapan jam dia berkata kami harus tetap berada di arah yang sama. Dia mengisi tangki dengan bahan bakar lalu melompat ke air. Dia tak pernah muncul lagi.

3. Beberapa orang minum air laut yang asin, kemudian melompat ke air, tak pernah muncul lagi.

1. Kami kehilangan konsentrasi. Banyak yang mati. Kami buang tubuh-tubuh mereka ke air. Saat itu gelap. Aku tidak tahu ada berapa jumlah mereka di sana saat itu.

14

1. Pertanyaan yang sama muncul kembali: mengapa tidak melanjutkan tanpa tubuh, jika hasrat dari tubuh-tubuh itu harus disangkal?

15

2. Bagaimanapun sulitnya, kita harus mempertimbangkan sebuah kapal atas dasar sebuah potensi yang melampaui jiwa-jiwa yang membimbingnya dan tubuh-tubuh yang menjadikannya sebuah kenyataan.

3. Sang tubuh adalah sebuah analogi dari sebuah kapal yang terus-menerus diperbaiki bangsa Eropa. Memang sebuah simpul yang aneh.

1. Ketika tubuh-tubuh terpental dari dinding, semua memiliki sesuatu kesamaan.

16

2. Gema-gema yang jauh menentukan arah pergerakan.

1. Dan dari sanalah pandangan melampaui pendengaran. Dari penggambaran pribadi menuju sebuah gema kolektif, efek dari bisikan dan ketergesaan orang-orang.

17

Kini, sudah sangat lama dunia diperlakukan sebagai sebuah ilusi atau sebuah mimpi. Semua orang mengetahui dengan baik bahwa halusinasi tidak meniru keadaan saat ini, tetapi bahwa keadaan saat inilah halusinasi.

18

2. Ketika kapal itu berlayar maju di air, kita menyebut pergerakan kendaraan itu adalah penyebab gerakan-gerakan di air yang membanjiri tempat dari mana kapal itu berangkat.

19

1. Mereka tidak memberi kita satupun peta. Nihil. Mereka hanya bilang “Pergilah langsung ke arah ini.”

2. Tidak ada yang bisa kembali. Aku menyaksikan tiga orang jatuh ke air. Kami ada 107 orang. Duapuluh menit kemudian, kapal terjungkal dan aku pun jatuh ke air. Aku tidak bisa bernapas. Rasa mual makin menjadi. Aku juga melihat seorang anak laki-laki jatuh, begitu saja. Aku tidak tahu apakah dia hanya pingsan atau tewas. Kemudian aku menyadari bahwa dia hanya menutupi matanya agar tidak melihat ombak, tidak lebih.

20.

1. Apakah itu sungai yang sama, hal yang sama, ataukah itu adalah situasi yang sama?

2. Mereka yang mengendalikan hidup masing-masing tidak akan pernah kita kenal.

21

Sebuah bencana bukanlah sesuatu yang mengancam untuk terjadi dalam waktu dekat, atau, sebaliknya, sesuatu yang telah terjadi belum lama ini. Bencana adalah sesuatu yang sedang kita alami tepat saat ini.

Tidak ada ketentuan mengenai waktu yang tepat kapan kehancuran akan terjadi. Dunia tidak berakhir dengan sebuah ledakan besar. Bumi gemetar. Tidak ada yang tahu secara pasti apa yang menyebabkan bencana. Penyebabnya terdapat di suatu tempat jauh di masa lalu dan sama sekali terpisah dari saat ini. Malapetaka adalah sebuah mujizat negatif, sebuah kutukan, dan tak satu penebusanpun mampu membatalkannya. Sebuah bencana hanya bisa diperingan oleh intervensi dari sesuatu yang tak terduga, misalnya oleh peristiwa yang memicunya. Apapun yang dicoba tak akan masuk akal; hanya harapan yang tak masuk akal yang masuk akal.

Apakah sesungguhnya sebuah bencana? Mungkin rancangan bencana mesti dimengerti sebagai sebuah metafora atau sebagai sebuah pernyataan dari sebentuk lain kegelisahan. Berapa lama sebuah malapetaka ada tanpa sebuah penggerak baru? Apa yang akan terjadi jika tidak lagi ada seorangpun yang muncul membawa sesuatu yang mengejutkan?

Malapetaka menunjukkan bahwa akhir sudah datang, bahwa masa depan hanya bisa menawarkan pengulangan kepada kita, sebuah variasi dari satu hal yang sama. Apakah mungkin kita tidak lagi mengharapkan kejutan apapun lagi?

Konsekuansi dari kegelisahan adalah gejolak yang konstan. Di satu sisi, harapan bahwa cepat atau lambat sesuatu akan terjadi, di sisi lain, sebuah pandangan fatalistik bahwa tidak ada satu hal barupun yang dapat terjadi. Kita terombang-ambing dalam menunggu hal besar berikutnya. Sudah berapa lama sejak hal semacam itu terjadi, dan seberapa besarkah ia sebenarnya?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s